Announcement
Newsletter
Contact Us
News
Berpikir Untuk Diri Sendiri
Monday, 17 November 2008
Seseorang, sebut saja Pak Johan, mengirimi saya email, baru-baru ini, dan bertanya beberapa hal mengenai hipnosis dan hipnoterapi.
Menurut Pak Johan ada seorang "pakar" yang ia kenal yang mengatakan bahwa walaupun hipnosis tidak menggunakan "kuasa setan" tapi tetap berbahaya karena untuk bisa dihipnosis seseorang harus mengosongkan pikirannya.
Akibatnya, menurut "pakar" ini, bila orang dihipnosis maka ia akan berada dalam kondisi "kosong" sehingga mudah "kemasukan".
Wah, ini satu pendapat yang sangat salah. Pembaca ini juga mengatakan bahwa ia skeptis dan tidak percaya dengan hipnosis dan hipnoterapi.
Saya lalu menjelaskan apa itu hipnosis dan hipnoterapi. Saya juga bertanya apakah Pak Johan telah membaca buku-buku saya?
Jawabannya cukup mengagetkan saya yaitu belum.
Dan yang lebih saya sayangkan lagi adalah Pak Johan, begitu mendengar hal yang disampaikan oleh si "pakar" , langsung percaya dan tidak menyelidiki lebih lanjut. Pak Johan langsung meyakini bahwa hipnosis itu berbahaya.
Pagi ini saya menerima email dari Pak Johan yang mengatakan bahwa ia pernah membaca satu buku yang menyatakan bahwa "pengosongan pikiran" adalah sangat berbahaya. Buku ini yang digunakan sebagai acuan dengan kebenaran mutlak.
Saya lalu menjelaskan bahwa justru hipnosis tidak bisa dilakukan bila seseorang mengosongkan pikirannya. Hipnosis membutuhkan pemusatan perhatian atau fokus. Semakin kuat fokus seseorang maka akan semakin baik hasilnya.
Pembaca, ada banyak orang seperti Pak Johan ini. Saya sungguh menyayangkan bila seseorang tidak belajar untuk berpikir untuk dirinya sendiri.
Seringkali seseorang hanya mengandalkan informasi yang ia terima dari seorang "pakar". Selanjutnya ia sudah tidak lagi mencari informasi lebih lanjut, melakukan cross-check, dan re-check terhadap kebenaran informasi yang ia terima.
Saya lalu menyarankan Pak Johan untuk membaca buku-buku yang membahas mengenai hipnosis dan hipnoterapi. Daftar buku yang saya gunakan sebagai acuan pembelajaran saya cantumkan di situs www.quantum-hypnosis.com.
Semua buku, lebih dari 200 judul, yang saya masukkan di Book References di situs www.quantum-hypnosis.com tersusun rapi di perpustakaan pribadi saya di rumah.
Literatur ini belum termasuk berbagai jurnal internasional yang khusus membahas riset dan perkembangan terkini di dunia hipnosis dan hipnoterapi yang diterbitkan di Amerika, Kanada, dan Australia.
Saya juga menyampaikan bahwa British Medical Association (BMA) telah menerima hipnoterapi sebagai alat terapeutik yang sah pada tahun 1955. Dilanjutkan dengan American Medical Association pada tahun 1958, dan American Psychological Association di tahun 1960.
So, Pembaca, saran saya untuk anda, jangan pernah membiarkan orang lain berpikir untuk anda.
Sebaiknya anda menerapkan prinsip "Saya datang, saya dengar, saya rasakan, saya praktikkan, saya renungkan, saya pelajari, saya check dan re-check, dan bila pengalaman pribadi saya sesuai dengan yang disampaikan oleh "pakar" barulah saya akan mempercayainya."
Mengapa perlu menerapkan prinsip di atas?
Karena inilah prinsip yang melandasi ilmu pengetahuan yang kebenarannya bersifat tentatif. Orang seringkali mencampur-adukkan antara kebenaran absolut dan kebenaran tentatif.